Entry Title

Market Review 10 Agustus 2017

Euro menguat terbatas terhadap dolar AS ditengah adanya optimisme atas kondisi pasar tenaga kerja AS yang mendukung penguatan dolar AS, sementara itu situasi ketegangan geopolitik global masih menyita perhatian investor, sambil mengamati laporan inflasi AS yang akan dirilis hari ini dan Jumat besok. 

Poundsterling pulih dari kisaran level terendah 2-½ minggu terhadap dolar AS ditengah fokus pasar yang tertuju pada revisi penurunan perkiraan inflasi dan pertumbuhan. Pounds tertekan kisaran 2% sejak voting BoE minggu lalu untuk tetap mempertahankan suku bunga pada rekor terendahnya.

Aussie mengalami tekanan terhadap dolar AS setelah lemahnya data pinjaman rumah tangga Australia dan inflasi Cina. Pinjaman rumah tangga Australia dibulan Juni naik 0.5% dibanding ekspektasi dengan kenaikan 1.5%. Sementara itu, CPI Cina dibulan Juli hanya naik 0.1% dari bulan sebelumnya dengan kenaikan 0.2%. 

Yen bertahan menguat terhadap dolar AS dan euro diakibatkan oleh semakin meluasnya ketegangan di semenanjung Korea sehingga mendorong permintaan terhadap aset-aset safe haven seperti yen Jepang. Korea Utara sedang berencana melakukan serangan rudal di Guam, wilayah samudra Pacific AS. 

Emas mencetak kuatnya kenaikan setelah Presiden Donald Trump memperingatkan Korea Utara bahwa pihaknya akan disambut dengan ”api dan kemarahan” jika terus melakukan ancaman terhadap AS, dimana muncul dibalik laporan bahwa negara pertapa telah menciptakan senjata nuklir yang muat di rudalnya. 

 

 

Klik Download untuk meliat Data Analytic Technical.

 

Mukromin_Amrullah
untuk melihat lebih detail dalam bentuk file pdf.

Artikel

Want to see more of our posts? Click the button below...

Check out Blog