Entry Title

Kebijakan Trump membuat Dollar merosot dan Wall Street Melihat peluang Deregulasi besar-besaran(News 7 Agutus 2017)

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan bahwa pasar saham yang terus menanjak menjadi bukti bahwa kebijakan ekonominya sukses. Tapi kesuksesan atas kebijakan ekonomi ini tidak tercermin pada mata uang dollar AS, Di tengah rekor indeks Dow Jones Industrial Average menembus level 22.000, nilai tukar dollar AS justru tenggelam, Indeks dollar yang mencerminkan nilai tukar dollar AS terhadap enam mata uang utama dunia kembali turun pada Jumat (4/8) pukul 13.46 WIB ke 92,764. Indeks dollar menyentuh level terendah dalam 15 bulan terakhir. 

Presiden Donald Trump dan agenda legislatif formal GOP mungkin macet, Sementara setiap orang terus melihat kegagalan legislatif utama sepanjang tahun ini, Wall Street berkonsentrasi pada perubahan deregulasi, Wall Street melihat peluang pergerakan deregulasi besar-besaran Trump, Deregulasi paling besar yang pernah ada di negara america. 

Kegagalan Trump dalam merealisasikan janjinya dan pemulihan ekonomi Eropa menjadi pukulan bagi keperkasaan dollar AS. Indeks dollar turun 10,12% dari level tertinggi tahun ini, 103,21 pada 3 Januari 2017, Tekanan atas dollar AS juga datang dari perbaikan ekonomi Zona Euro. Pasalnya, bobot euro pada indeks dollar cukup besar. Mata uang euro pun terus menguat. Kurs euro terhadap dollar AS menguat ke level tertinggi dalam 2,5 tahun.

Sebenarnya nilai tukar dollar AS yang melemah akan menguntungkan ekonomi AS, Harga saham yang terus melambung akan membuat perusahaan-perusahaan AS mengantongi lebih banyak keuntungan dari bisnis global karena membawa pulang dollar AS lebih besar.

"Dengan Kongres menghadapi Scedule yang padat, mempertanyakan waktu dan kapasitas pelaksanaan legislatif terhadap kebijakan lain yang mempengaruhi pasar dan ekonomi (reformasi pajak, belanja infrastruktur, dan lain-lain), kami rasa bijaksana untuk memeriksa dampak potensial dari tindakan Dalam kewenangan presiden, "kata Morgan Stanley melaporkan pada hari Kamis. "Administrasi Trump menganggap deregulasi sebagai tujuan tersendiri."

Trump memiliki fleksibilitas untuk menafsirkan ulang peraturan yang ada tanpa menggulung mereka sepenuhnya kembali, sesuatu yang akan membantu industri kunci yang memiliki banyak peraturan. Trump telah mengatakan bahwa dia ingin usus sebanyak 75 persen dari semua peraturan pemerintah sepanjang masa jabatannya.

Mengutip rencana Juni Departemen Keuangan untuk melonggarkan peraturan perbankan, beberapa analis percaya deregulasi saja dapat meningkatkan pendapatan perusahaan keuangan lebih dari 15 persen. "Kami berharap bahwa kepala agensi baru yang ditunjuk oleh administrasi Trump akan melihat beberapa saran dari laporan Departemen Keuangan" Morgan Stanley.

Saham finansial mengalami paruh pertama tahun ini dan saat ini merupakan sektor dengan kinerja keempat terburuk di S & P 500. Namun, saham baru-baru ini telah membuat comeback dan naik 6 persen dalam tiga bulan terakhir.

Apa plus dan minus pelemahan dollar bagi AS?
Pertama, daya saing produk AS di pasar global akan lebih tinggi. Ketika nilai tukar dollar AS melemah, harga produk bikian AS akan lebih murah bagi pembeli di negara lain. 

Di sisi lain, ketika korporasi menarik hasil penjualan global ke AS, maka konversi keuntungan penjualan ke mata uang dollar AS akan lebih banyak. Alhasil, ekspor AS pun akan tercatat tinggi.

Hal inilah yang selama ini dikeluhkan AS atas pembatasan kurs mata uang yuan oleh pemerintah China. AS menuduh China menahan penguatan nilai tukar agar angka ekspor tetap tinggi.

Kedua, dengan alasan pertama tadi, pasar saham akan lebih menarik. Pasalnya, sebagian besar dari 30 konstituen Dow menghasilkan pendapatan dari pasar global. Dengan kurs dollar AS yang melemah, maka pencatatan keuangan emiten pun akan meningkat. 

Contoh saja, tiga saham dengan kinerja terbaik pada indeks Dow Jones tahun ini, yakni Boeing, Apple dan Visa, mengantongi pendapatan dalam negeri kurang dari 55%. Inilah salah satu pengerek indeks Dow Jones yang sudah naik 10,78% sejak awal tahun.

Ketiga, pelemahan nilai tukar dollar akan merugikan warga AS yang bepergian ke luar negeri. Dengan kurs dollar AS yang melemah, uang saku pelancong AS ke luar negeri menjadi lebih sedikit. Kalau Januari lalu satu € 1 bisa didapat dengan US$ 1,03, kini € 1 harganya mencapai US$ 1,19.

Keempat, importir AS akan mengeluh karena pasokan dari luar AS akan lebih mahal. Laba importir akan tergerus kerugian kurs.

Kelima, Trump menjanjikan percepatan pertumbuhan ekonomi. Dalam kampanye, Trump mengatakan akan mengejar pertumbuhan ekonomi 4% per tahun. Pelemahan nilai tukar dollar AS menunjukkan bahwa investor tak yakin Trump bisa menepati janji ini dalam waktu dekat.

 

Mukromin_Amrullah
untuk melihat lebih detail dalam bentuk file pdf.

Artikel

Want to see more of our posts? Click the button below...

Check out Blog