Apa Itu Perdagangan Berjangka Komoditi

Dalam menghadapi era perdagangan bebas dan sejalan dengan kesepakatan Indonesia dalam WTO, APEC, dan AFTA serta Paket Reformasi 15 Januari 1998, pemerintah Indonesia telah mengurangi campur tangan di bidang tata niaga komoditi dan menyerahkannya pada mekanisme pasar. Kehadiran Bursa Berjangka di Indonesia sebagai tempat diselenggarakannya Perdagangan Kontrak Berjangka Komoditi sangatlah relevan, karena merupakan instrumen pasar yang telah dikenal luas di negara-negara maju dan berkembang dan yang paling banyak digunakan untuk pengelolaan resiko harga yang dibutuhkan dunia usaha.

Perdagangan Berjangka Komoditi dilakukan di Bursa Berjangka, yang selanjutnya disebut dengan bursa, yang memperdagangkan Kontrak Berjangka berbagai komoditi. Tempat dimana Kontrak Berjangka diperdagangkan juga disebut pasar berjangka. Dengan demikian di bursa akan terdapat banyak pasar berjangka sesuai dengan banyaknya komoditi yang diperdagangkan. Di bursa, pembeli dan penjual bertemu satu sama lain dan melakukan transaksi untuk membeli atau menjual sejumlah komoditi untuk penyerahan di kemudian hari sesuai isi atau spesifikasi kontrak.

Harga komoditi yang terbentuk di bursa berlangsung secara transparan dimana harga tersebut akan mencerminkan kekuatan pasokan dan permintaan yang sebenarnya. Transaksi di bursa dilakukan oleh para anggota bursa, yang terdiri dari Pialang Berjangka dan Pedagang Berjangka, baik dengan cara berteriak (open outcry) atau secara eletronik (automated/electric trading system). Selanjutnya harga yang terjadi dicatat menurut bulan penyerahan masing-masing Kontrak Berjangka dan diumumkan secara luas kepada masyarakat.

Dalam tahun-tahun terakhir ini, khususnya di bursa-bursa yang baru, sistem perdagangan umumnya dilakukan secara elektronik menggunakan komputer yang memiliki akses ke komputer induk yang ada di bursa.

Service image

Spesifikasi Perdagangan Berjangka Komoditi

Beberapa definisi yang penting dalam Perdagangan Berjangka Komoditi berdasarkan Undang-undang RI No. 10 Tahun 2011 tentang perubahan atas Undang-Undang No. 32 Tahun 1997 tentang Perdagangan Berjangka Komoditi.

1. Perdagangan Berjangka Komoditi yang selanjutnya disebut Perdagangan Berjangka adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan jual beli komoditi dengan penarikan margin dan dengan penyelesaian kemudian berdasarkan Kontrak Berjangka, Kontrak Derivatif Syariah, dan/atau Kontrak Derivatif.

2. Komoditi adalah semua barang, jasa, hak dan kepentingan lainnya, dan setiap derivatif dari komoditi, yang dapat diperdagangkan dan menjadi subyek Kontrak Berjangka, Kontrak Derivatif Syariah, dan/atau Kontrak Derivatif lainnya.

3. Margin adalah sejumlah uang atau surat berharga yang harus ditempatkan oleh klien pada Pialang Berjangka, Pialang Berjangka pada Anggota Kliring Berjangka, Anggota Kliring Berjangka pada Lembaga Kliring Berjangka untuk menjamin pelaksanaan transaksi Kontrak Berjangka, Kontrak Derivatif Syariah, dan/atau Kontrak Derivatif lainnya.

4. Kontrak Berjangka adalah suatu bentuk kontrak standar untuk membeli atau menjual komoditi dengan penyelesaian kemudian sebagaimana ditetapkan di dalam kontrak yang diperdagangkan di Bursa Berjangka.

5. Kontrak Derivatif adalah kontrak yang nilai dan harganya bergantung pada subjek komoditi.

Cerdas Indonesia Berjangka menawarkan beberapa produk investasi berjangka yang merupakan pilihan ideal sebagai sarana investasi alternatif termasuk Perdagangan Berjangka Komoditi. Produk Komoditas yang dapat diperdagangkan adalah sebagai berikut:

1. Komoditi Primer Emas
2. Komoditi Primer Emas 250
3. Komoditi Primer Olein
4. Komoditi Primer Olein 10
5. Komoditi Primer KIE
6. Komoditi Primer KGE IDR
7. Komoditi Primer KGE USD

1. Peluang dua arah, sehingga dapat mengambil keuntungan dari pergerakan harga naik atau turun.
2. Peluang keuntungan dapat diperoleh per-sesi per-hari.
3. Investasi dapat ditarik setiap saat, baik keuntungan dan modal dengan jangka waktu maksimal 3 hari kerja.
4. Prosedur investasi dengan cara yang mudah, cepat dan akurat.
5. Resiko kerugian dapat diminimalkan dengan menggunakan Manajemen Risiko Investasi.
6. Transaksi Online melalui platform CIB JaFets Colt.

Kontrak Gulir Emas (KGE) merupakan kontrak berjangka yang pada penutupan jam perdagangan, seluruh posisi terbuka akan diperpanjang secara otomatis ke hari perdagangan berikutnya sampai posisi tersebut ditutup. KGE secara terus menerus digulirkan ke hari perdagangan berikutnya dan tidak memiliki jatuh tempo. Perbedaan tingkat suku bunga antara rupiah dengan GOFO (Gold Forward Offered Rate) diperhitungkan bagi posisi-posisi yang digulirkan. Selama tingkat suku bunga rupiah lebih tinggi dari tingkat suku bunga GOFO, posisi gulir beli dikenakan bunga dan posisi gulir jual ditambahkan bunga.

Nilai Satu Kontrak: 1,000 mata uang/Lot

Perhitungan Beda Bunga: harga Penyelesaian

Perhitungan Laba/Rugi: HargaJual

Anda memperkirakan harga emas akan mengalami penurunan akibat menguatnya nilai mata uang rupiah, lalu menjual  kontrak  gulir  emas diharga Rp. 523.000,- sebanyak  10 lot.  Harga Penyelesaian KGE dihari tersebut adalah Rp. 522.500,- Dan keesokan harinya anda melikuidasi posisi diharga Rp.522.000,- Beda bunga antara IDR dan GOFO adalah 0.012073% per hari. Karena bunga IDR lebih tinggi dari bunga  GOFO,  maka posisi jual akan dikredit sebesar nilai beda bunga harian yang diperhitungkan terhadap harga settlement setiap harinya.

"Perhitungan Beda Bunga"

= Rp 522.500,- x 0.012073% x 10 x 1,000
= Rp. 630.814.25

"Perhitungan Laba/Rugi"     

= (Harga jual – Harga beli) x Nilai kontrak x Jumlah lot= (Rp.523.000,- – Rp.522.000,-) x 1,000 x 10
= Rp. 10.000.000,-

"Hasil Investasi"

= Laba/Rugi + Beda Bunga= Rp.10.000.000 + Rp.630.814.25
= Rp.10.630.814.25

Note:
Perhitungan tersebut adalah  ilustrasi,  belum  termasuk  komisi  dan  bunga.  Anda  dapat mencoba melakukan simulasi pengambilan posisi transaksi pada platform CIB Metatrader 4 yang dapat diunduh  dari website  PT.  Cerdas  Indonesia  Berjangka  di http://www.cibfx.co.id dan melakukan pembukaan demo account.